my tiktok


Senin, 21 November 2016

Sustainable Development

Sustainable development atau yang sering disebut pembangunan berkelanjutan, dimana memperhatikan lingkungan sebagai fokus utama. Menurut Ignes Kleden dalam Yayasan SPES, 1992:XV, Pembangunan berkelanjutan di definisikan sebagai jenis pembangunan yang mengacu pada pemanfaatan sumber-sumber alam maupun sumber daya manusia secara optimal. Salah satu contoh pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan yaitu pengelolaan limbah. Khususnya limbah rumah tangga yang sering menjadi masalah di Indonesia. Seperti pada kasus pencemaran di sungai brantas malang, tercatat 50% limbah di sungai tersebut berasal dari limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai. Dihitung sejak tahun 2014. Kasus lain seperti di teluk Jakarta yang juga didominasi limbah domestic, sebesar 10.875.651,69 ton limbah organik dan 9.766.670,00 ton limbah anorganik. Tumpukan limbah domestic (rumah tangga) ini dihitung di Jakarta Utara pada November 2015 lalu (Greeners.co). Itu hanyalah segelintir kasus besar yang disorot media. Belum lagi kasus-kasus lain disekitar kita, mungkin saja lebih besar lagi.

Limbah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat (Suyoto, 2008). Laju produksi limbah terus meningkat, tidak saja sejajar dengan laju pertumbuhan penduduk tetapi juga sejalan dengan meningkatnya pola konsumsi masyarakat. Di sisi lain, kapasitas penanganan sampah yang dilakukan masyarakat maupun pemerintah daerah belum optimal. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitarnya.  Sedangkan pembuangan sampah disekitar rumah atau sungai sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, sehingga bencana banjir terlihat di sana sini. Sedangkan, sungai amat penting bagi kehidupan sehari-hari kita. Jika sungai tercemar, maka akan banyak penyakit bermunculan. Begitupula jika sungai tercemar sampah anorganik seperti plastic dan limbah domestic lainnya, maka sungai akan meluap dan dapat mengakibatkan bencana.

Pengelolaan sampah atau limbah domestic bisa menjadi salah satu pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Dalam laporan WECD “Our Common Future” ditemui sebuah rumusan tentang “Suistainable Development” sebagai berikut:  “Suistainable Development is defined as development that meet the needs  of the present without comprosing the ability of future generations to meet  their own needs” (Tjokrowinoto, 1991:7, Hardjosoemantri,2000:15). Soerjani  menterjemahkan dengan “Pembangunan yang mencukupi kebutuhan generasi  sekarang tidak boleh mengurangi kemampuan generasi-generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri” (Hardjosoemantri,2000:15). Secara garis besar, pembangunan berkelanjutan harus bertujuan untuk mensejahterakan masa yang akan datang tanpa mengesampingkan kebutuhan saat ini.

Untuk mengelola limbah rumah tangga, sebenarnya hanya membutuhkan empat aspek penting menurut Riswan dkk, 2011 dalam jurnal ilmu lingkungan, diantaranya :
1. Aspek kelembagaan, dimana adanya keterlibatan pihak swasta yang diharapkan dalam kegiatan operasional persampahan meliputi tahap pengangkutan, pengelolaan serta pembuangan akhir, namun sampai saat ini belum optimal.
2. Aspek Hukum dan Peraturan, terdapat PERDA No. 5 tahun 2004 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan atas Penyelenggaraan Kebersihan dan Pengelolaan Persampahan. Peraturan daerah tersebut di antaranya mengatur tentang penyelenggaraan kebersihan lingkungan, ketentuan pembuangan dan pengelolaan sampah, retribusi sampah, serta sanksi hukum yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten. Namun selama ini belum diterapkan sanksi hukum yang tegas kepada masyarakat yang melanggar perda tersebut.
3. Aspek Teknis Operasional, timbulan sampah rata-rata tiap rumah tangga sebesar 1,46 liter/orang/hari atau 0,38 kg/orang/hari, setara dengan kategori SNI 19-3964-1994 untuk satuan timbulan sampah kota sedang/kecil. Komposisi sampahnya terdiri dari : 47% sampah organik, 15% kertas, 22% plastik, serta 16% logam dan sebagainya. Sekitar 54,7% rumah tangga yang memiliki pewadahan, namun hanya 9% yang melakukan pemilahan. Pengetahuan dan penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) secara sederhana dilakukan oleh 35% rumah tangga, misalnya menggunakan produk isi ulang, menggunakan kembali kantong plastik tempat belanja, dan membuat vas bunga dari plastik.
4. Aspek Peran Serta Masyarakat, aspek ini sangat penting dalam melaksanakan pengelolaan sampah sesuai dengan perencanaan yang dilakukan. Merubah perilaku masyarakat adalah hal yang cukup sulit, namun jika dilakukan pembinaan secara terus-menerus maka hasilnya akan didapatkan walaupun perlu waktu puluhan tahun. Adapun tingkat cara pengelolaan sampah rumah tangga sekitar 44% dikategorikan kurang, dengan penilaian pada ketersediaan pewadahan, pemilahan sampah dan penerapan konsep 3R secara sederhana. Masyarakat sudah terbiasa membuang sampah sembarangan di sekitar rumahnya ataupun ke sungai, sehingga tingkat perilaku terhadap kebersihan lingkungan dikategorikan buruk (67%). Menurut Notoatmojo (1985) bentuk operasional perilaku terbagi dalam tiga jenis yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan.


Dengan memenuhi aspek di atas, mungkin saja pengelolaan sampah atau limbah di Indonesia menjadi lebih baik dan mencegah berbagai hal yang buruk yang mungkin saja terjadi di masa yang akan datang.

Tulisan ini berawal dari tugas, tapi kayanya lumayan memotivasi mungkin yah. Makannya di post blog aja haha
Amalia Madah

Sabtu, 18 Juni 2016

Rindu


Sesekali, dia melihat wanita yang ada didepannya. Mungkin dia tertarik dengan kecantikan yang dimiliki wanita itu. Tapi, sekejap dia menundukkan kepala, saat wanita yang sedang ia perhatikan melihatnya. Mulai resah saat sang wanita berjalan mendekat. "Maaf mas, apa saya mengenal anda?" Mungkin wanita ini merasa terganggu, pikirnya cepat. Subhanallah, wanita ini ternyata lebih cantik lagi jika dilihat dari dekat. "Maaf mba, saya kira mba teman saya. Saya tidak bermaksud.." Belum selesai wira menjelaskan situasi colong mencolong tadi, wanita itu sudah duduk disampingnya dan tersenyum tipis. "Mas tolong bawa saya pergi dari sini" Wira melihat sekitar, ia sedang meyakinkan diri dengan apa yang sedang terjadi. Ya Allah apa ini? Semacam rezeki atau godaan? hehe
Ternyata, wanita itu

Senin, 13 Juni 2016

Penyendiri Yang Hebat


Perbedaanlah yang menjadikannya sebagai pemilik gelar. Tidak mudah menjadi bagian dari si beda ini. Karena semua orang terlihat tidak menerimanya. Dia sampai berfikir " Orang-orang menilaiku dari sisi mana? ". Menurutnya, setiap orang memiliki sifat dan sikap yang menjengkelkan. Tapi kebanyakan dari mereka diterima oleh sesamanya. Sedangkan dia tidak mendapatkan toleransi itu.
Setiap saat dia berkumpul dengan teman-temannya, dia melihat satu per satu karakter mereka. "Padahal dia lebih menjengkelkan daripada aku!!" Katanya melihat seseorang yang sedang menghina teman disebelahnya. "Tapi, kenapa dia masih punya banyak teman?" Dia tak pernah tahu.
Tiba di suatu titik, dia semakin merasa tak diterima. Mulailah ia memainkan sebuah peran yang mungkin membantunya menjadi manusia normal pada umumnya. Dia berbaur, beradaptasi dan menjadi yang menyenangkan. Ternyata itu membuatnya lebih baik. Orang-orang mulai membuka diri pada kehadirannya. 
Namun, entah kenapa, dia masih merasa kesepian. Lalu dia bosan menjadi seseorang yang diinginkan orang lain. Dia lelah berpura-pura lagi. Sedikit demi sedikit dia membuka topengnya. Alhasil? orang-orang kembali takut.
Menangis adalah satu-satunya cara untuk mengekspresikan tekanan yang ia terima. Orang-orang mungkin tidak sadar dengan yang satu ini. "Mereka egois!!". Dia sempat mempertanyakan jalan cerita tuhan.
Kenyamanan yang banyak diidamkan orang, tidak pernah ia rasakan Walaupun sempat, ia lupa bagaimana memilikinya kembali.
Tahun demi tahun berlalu, Topeng yang sempat ia lepas, ia kenakan kembali untuk melalui tahun-tahun tadi. "Setidaknya, aku tidak terlalu tertekan".
"Munafik?? mungkin orang bodoh yang tidak punya perasaan akan mengatakan hal semacam itu dengan mudah. Tapi, aku melakukan ini sesuai kebutuhan setiap orang. Apakah aku masih salah jika aku melakukannya agar setiap orang merasa nyaman denganku? Aku juga berhak bahagia" Perdebatan di kepalanya tak pernah usai. Selalu ada bisikan seperti itu. 
Dia tahu, tak selamanya akan seperti ini...
Ada saatnya harus memperkenalkan jati diri yang sebenarnya..
Dia hanya belum siap.
"Win, mau pulang" Algis menepuk pundaknya. Tapi dia hanya menoleh lalu mengangguk.
"Win gak baik ngelamun sambil jalan. Kalo udah kejedor baru tau rasa haha" Dia ikut tertawa. Padahal, candaan tadi tidak mengundang tawa sama sekali. 'Menghargai' yakinnya dalam hati.

Winola adalah

Jumat, 03 Juni 2016

I'm Back hahaha "Saya datang dengan damai"


Dibuka lagi halaman demi halaman yang ada di blog yang udah kusem ini hahaha..
Ternyata, dulu aku begitu norak dan gak banget :v (Anggap hiburan)
Satu per satu post mulai dibalikin lagi ke bentuk draft karena banyak celotehan-celotehan yang kurang pas dan tidak enak di pandang hehe maap :') (kemana ajeeeee? baru sadar)
Biarkan postingan yang lainnya jadi diary pribadi daaah..
Begitu banyak yang perlu dikoreksi dari diri ini (ciieee mulai sadar mulai sadar) hahaha
Mau diapakan yah ni blog?? Bingung jadinya :v
Mungkin ada kalanya, blog ini diperlukan lagi dan dihiasi lagi yah :) Tapi, dengan hal-hal yang pantas dan berguna tentunya hehe
Sangat dibutuhkan masukan dan kritikan untuk saat ini. Apalagi bagi yang setia baca-baca postingan gak penting d blog ini  (Please personal chat). Saya juga minta maap pada pihak-pihak yang pernah dirugikan oleh penulis awam ini :)
Untuk menyambut bulan puasa yang sebentar lagi say-hay sama kita, gak ada salahnya kita saling memaafkan satu sama lain :)
Mohon maaf lahir batin yah :)
See you...
Byeeeee 

Selasa, 15 Desember 2015

Keong ^^


Duduk termenung sambil memikirkan “apa yang akan aku ceritakan?”.. Semua cerita, akhirnya akan berlalu. Bahkan, cerita yang dianggap serius sekalipun, akan terdengar seperti celotehan saja. Jadi harus bagaimana yah? Hehe.. Bagaimana sajalah.. Bagaimanapun, saat ini aku sedang berceloteh sendiri. Sudah jangan dengarkan..

Hari ini, rutinitas mulai lagi. Aku berjalan layaknya keong kecil yang menelusuri jalanan sawah. Mengikuti alurnya yang setapak dan terbatas. Padahal, bisa saja keong itu berlari dan melanggar keterbatasan. Tapi keong sulit melakukannya  sebut saja keong -_- Saat ini, keong sedang bersedih. Dia ingin berlari, tapi enggan. Padahal berjalan itu membosankan.

“Keong, hidup memang berat. Tapi, harus tetap tegar dan maju terus pantang mundur yah” J

Keong terlalu perasa dan monoton. Itu saja.

Selasa, 20 Januari 2015

Pelajari Hidup dengan asyik, beginilah caranya ^_^


Seperti yang kamu tahu, untuk mempelajari sesuatu, kita harus belajar dari pengalaman hidup yang kita jalani selama ini. Contohnya, saat kita kecil. Kita tidak diperbolehkan memakan permen ataupun banyak makan makanan manis oleh orangtua kita, Dengan penjelasan yang sebenarnya tidak kita mengerti (karena kita masih kecil), kita selalu mencuri kesempatan untuk memakannya. Tanpa kita sadari, gigi atau tenggorokan kita menjadi sakit. Dari sanalah kita mengetahui bahaya mengkonsumsi permen atau makanan manis secara berlebihan. Penjelasan yang sebelumnya tidak kita mengerti, menjadi sangat dipahami, karena kita mengalaminya sendiri. Jadi, haruskah kita mempelajari sesuatu dengan mengalaminya sendiri? atau jika kita ingin tahu bagaimana bahaya dari rokok, kita harus menjadi perokok? Tidak. Bahkan, perokok pun sulit berhenti meskipun dia tahu betul tentang akibat yang akan ditanggungnya.

Ada cara lain untuk mempelajari kehidupan tanpa harus 'kita-lah' yang menjadi peran utama di dalamnya. Yaitu, dengan cara mempelajari pengalaman orang lain. Cara ini bisa berbentuk lisan atau tulisan. Bahkan, kita bisa langsung melihat peristiwa penuh hikmah itu. Walaupun terkadang, hikmah ditemukan setelah berlalunya saat-saat sulit. Namun, kita harus memandang segala sesuatunya dengan penuh syukur.

1. Lisan, kita sering mendengarkan cerita tentang kehidupan orang lain. Baik itu cerita suka atau duka. Pasti didalamnya terdapat potongan kisah yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita. Dari sanalah kita mawas diri terhadap sesuatu. Bahkan kita bisa menghindari hal-hal negativ yang bisa menimpa kita.

2. Tulisan, biasanya banyak ditemukan dalam bentuk artikel atau posting seperti ini. Tidak ada bedanya dengan lisan, ceritanya bersumber dari pengalaman orang lain. Hanya saja, ini berbentuk tulisan. Orang yang tidak bisa berkata-kata, biasanya mencurahkan isi hati atau cerita sehari-harinya dalam bentuk tulisan. Karena, berbeda dengan lisan, tulisan bisa membuat penyampaian luapan isi hati menjadi lebih baik. Saat sedang memikirkan sesuatu yang akan dituliskan, kita akan berhati-hati dalam memilih kata, agar pembaca dapat menikmati tulisan kita. Yang artinya, setiap kata yang ditorehkan akan sampai dengan baik pada pembaca.

Terkadang, untuk mencerna 2 hal diatas, sulit untuk menggambarkannya. Meskipun esensi yang tersirat di dalamnya masih tertangkap. Namun, untuk sebagian orang yang tidak memiliki daya tangkap atau imaginasi yang kuat untuk menggambarkan situasi yang dialami si pencerita, tidaklah mudah untuk memahami isi cerita yang sebenarnya penuh arti dan makna.

Dari sinilah, Film menjadi pilihan lain yang disukai banyak kalangan.Karena film juga sebagai media penyampaian cerita yang baik. Tentu saja, tidak semua film itu bersifat mendidik. Hanya saja, untuk menyingkap makna tersembunyi yang ada di dalam film, kita harus menyikapinya dengan benar. yaitu, kita harus menonton film yang sesuai dengan umur.
Film (pengucapan bahasa Indonesia: [FilĂȘm]) adalah gambar-hidup, juga sering disebut movie (semula pelesetan untuk 'gambar bergerak'). Film, secara kolektif, sering disebut 'sinema'. Gambar-hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan, dan juga bisnis. Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi. Film mempunyai banyak jenis genre, seperti Horor, Action, Drama, Thriller, Komedi, Animasi, Fantasi, Romansa (http://id.wikipedia.org/wiki/Film).
Salah satu rekomendasi dari saya (untuk umur dewasa) adalah film/drama korea. Mungkin saat ini, drama korea sedang banyak digemari para remaja. Karena, alur ceritanya yang menarik dan tidak terkesan monoton. Panjang ceritanya tidak terlalu memakan banyak waktu. Meskipun ada pula yang panjang, alur cerita yang ditayangkan tidak pernah lepas dari alur sebelumnya.
Bukan hanya menonton dan memuaskan diri untuk menikmati drama korea yang berisi aktris cantik ataupun aktor tampan yang ada di dalamnya. Namun, disetiap episode, melibatkan banyak pelajaran yang menarik dan bermanfaat untuk mempelajari hidup.
Salah satunya dalam film yang berjudul Pinochio yang baru beberapa saat lalu saya tonton. Film ini banyak memberikan pelajaran hidup, sehingga kita bisa mempelajarinya. Ini adalah salah satu adegan dari film yang saya sebutkan tadi.


Ini adalah adegan yang ada pada episode terakhir. Dimana, inilah kata yang mewakili dari isi film tersebut. Dimulai dari maslah yang rumit, proses yang tidak terduga, dan sampai pada penyelesaian masalah yang diacungi jempol. Semua disusun dengan alur yang baik.
Inilah mengapa korea drama menjadi nomor satu di hati penggemarnya. Karena, drama korea bukan hanya menyediakan fantasi atau hiburan semata. Melainkan memberikan bentuk pemahaman dari kehidupan dengan cara yang asyik.
Bagaimana? Ingin mencoba untuk mempelajari kehidupan dengan cara yang mengasyikan? Mulailah dengan menonton drama korea 'Pinochio' ini. 
Jangan beranggapan bahwa saya sedang mempromosikan drama korea agar kalian menyukainya. Tidak ada unsur paksaan. hanya saja, ini memang menjadi salah satu drama yang menurut saya sangat memberikan banyak pelajaran di dalamnya.
Jangan berkomentar sebelum kamu tahu apa yang sedang saya bicarakan ^_^

"Pengalaman adalah guru terbaik"

Penulis by : Amalia Madah

Kamis, 27 November 2014

KisahSeram Di Jum'at Malam #1


Malam itu, aku pulang larut sekali dari kampus. Dengan wajah yang penuh dengan keluh, aku terus menyusuri jalan komplek yang sepi. Meskipun temanku menawarkan kamarnya untuk dibagi denganku, aku tetap memilih untuk pulang saja. Karena, tidak ada yang senyaman kamar sendiri. Lagipula, meskipun larut malam, kosanku tak pernah sepi. ' Pasti ada yang masih bergadang ' kataku dalam hati dengan masih berjalan.
Memang, cerita mistis yang pernah diceritakan oleh teman-teman kosanku, mengenai komplek ini membuatku merinding ketika mendengarnya. Tapi, aku mencoba untuk terus berjalan dan menghilangkan segala pikiran negatif. ' Katanya, di pertigaan sana, selalu ada penampakan yah ? ' Ternyata, pikiranku sudah melampaui batas keberanian. ' Aaaahh.. tidak tidak ' Aku mempercepat langkah saat akan melewati pertigaan yang memang diterangi lampu jalan disetiap sisinya. Apalagi, disalah satu sisi jalan yang diterangi lampu, ada kursi putih yang berkarat terlihat begitu menyeramkan. Dan katanya, disitulah seorang gadis akan menampakkan dirinya. Berpikir seperti itu, langkahku kini berubah menjadi lari-lari kecil. Saat aku melewati akan melewati kursi putih itu, langkahku terhenti. Aku berfikir untuk menelepon teman kosanku agar setidaknya aku merasa ditemani. Tapi, tuut...tuuutt...tuuut.. panggilanku tidak dijawabnya. Aku menelpon pada temanku yang lain, tapi semua panggilan sama. ' Ada apa ini? ' Entah kenapa, aku mulai merasa takut dan tidak ingin melewati ataupun melihat kursi putih itu. Udara yang dinginpun mulai terasa di sekelilingku ' Apaan sih ini? ' Dengan kesal, aku terus menekan tombol panggilan pada setiap nomor yang ada di handphoneku. Semua panggilan selalu berbunyi tuuutt...tuuutt..tuuutt..
Dan tiba-tiba, saat aku akan menekan tombol panggilan lagi, ditelingaku terdengar tuuutt...tuuutt...tuuutt... Ini bukan bunyi dari suara panggilan. Tapi, ini seperti seseorang yang berbisik tepat ditelingaku. Aku memejamkan mata dan menutup telingaku dengan kedua tangan.
Tapi, aku mulai berfikir rasional. ' Aku harus berlari, aku harus pergi dari sini ' Jeritku dalam hati. Aku berlari dengan mata dan telinga yang tertutup. Tiba-tiba saja, duk !!. Kakiku menabrak sesuatu. Tanganku mulai meraba untuk mencari tahu. Tapi mataku masih belum menunjukkan keberaniannya. Aku mulai menafsirkannya ' Ini sepertii,, spertii.. kursi? ' Aku tersentak, aku menyadari sesuatu ' Apa ini, kursi putih itu? ' Mataku terbuka begitu saja. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku terdiam dengan rasa takut. Lalu, ' Ciii..cak.. Ciii cak di dinding... di am di am me ra yap ' Ada seseorang yang sedang duduk disudut kursi dan bersenandung. Liriknya dibuat patah-patah dan lagu ceria itu seketika menjadi menakutkan. Tidak, seseorang itu tidak hanya duduk dan bersenandung. Tapi, tangannya juga merayap-rayap ke tubuhku. Dengan penuh rasa takut, aku mulai membalikkan badan ke arahnya. Aku mencoba memberanikan diri  Aku melihat seorang gadis memakai baju putih dengan rambut kusut yang panjang dan wajah yang pias penuh darah menatapku. Dia tertawa dengan tangannya yang masih meraba-raba tubuhku. Aku berteriak dan berlari sekenkang-kencangnya menuju kosanku yang kulihat lampu terasnya sudah dimatikan. Aku menggedor-gedor gerbang dan terus memencet bel, berharap ada seseorang yang datang dan membukakan gerbang. Dan, diantara kegelapan, aku melihat seseorang menghampiriku. Aku merasa lega. Tapi, ternyata, sosok gadis itulah yang menghampiriku. Gadis itu tiba-tiba menampakkan wajah yang menyeramkannya tepat di depan wajahku dan tertawa keras dengan memperlihatkan giginya yang kuning dan keropos.Lalu, tubuhku merasa lemas dan aku tidak ingat apa-apa lagi.
Pagi harinya, aku sudah berada dalam kamar. Disekelilingku, aku melihat wajah teman-temanku yang terlihat khawatir. Akupun menceritakan kejadian yang aku kira itu hanya mimpi saja. Tapi temanku bilang, aku memang ditemukan pingsan didepan gerbang.