Seperti yang kamu tahu, untuk mempelajari sesuatu, kita harus belajar dari pengalaman hidup yang kita jalani selama ini. Contohnya, saat kita kecil. Kita tidak diperbolehkan memakan permen ataupun banyak makan makanan manis oleh orangtua kita, Dengan penjelasan yang sebenarnya tidak kita mengerti (karena kita masih kecil), kita selalu mencuri kesempatan untuk memakannya. Tanpa kita sadari, gigi atau tenggorokan kita menjadi sakit. Dari sanalah kita mengetahui bahaya mengkonsumsi permen atau makanan manis secara berlebihan. Penjelasan yang sebelumnya tidak kita mengerti, menjadi sangat dipahami, karena kita mengalaminya sendiri. Jadi, haruskah kita mempelajari sesuatu dengan mengalaminya sendiri? atau jika kita ingin tahu bagaimana bahaya dari rokok, kita harus menjadi perokok? Tidak. Bahkan, perokok pun sulit berhenti meskipun dia tahu betul tentang akibat yang akan ditanggungnya.
Ada cara lain untuk mempelajari kehidupan tanpa harus 'kita-lah' yang menjadi peran utama di dalamnya. Yaitu, dengan cara mempelajari pengalaman orang lain. Cara ini bisa berbentuk lisan atau tulisan. Bahkan, kita bisa langsung melihat peristiwa penuh hikmah itu. Walaupun terkadang, hikmah ditemukan setelah berlalunya saat-saat sulit. Namun, kita harus memandang segala sesuatunya dengan penuh syukur.
1. Lisan, kita sering mendengarkan cerita tentang kehidupan orang lain. Baik itu cerita suka atau duka. Pasti didalamnya terdapat potongan kisah yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita. Dari sanalah kita mawas diri terhadap sesuatu. Bahkan kita bisa menghindari hal-hal negativ yang bisa menimpa kita.
2. Tulisan, biasanya banyak ditemukan dalam bentuk artikel atau posting seperti ini. Tidak ada bedanya dengan lisan, ceritanya bersumber dari pengalaman orang lain. Hanya saja, ini berbentuk tulisan. Orang yang tidak bisa berkata-kata, biasanya mencurahkan isi hati atau cerita sehari-harinya dalam bentuk tulisan. Karena, berbeda dengan lisan, tulisan bisa membuat penyampaian luapan isi hati menjadi lebih baik. Saat sedang memikirkan sesuatu yang akan dituliskan, kita akan berhati-hati dalam memilih kata, agar pembaca dapat menikmati tulisan kita. Yang artinya, setiap kata yang ditorehkan akan sampai dengan baik pada pembaca.
Terkadang, untuk mencerna 2 hal diatas, sulit untuk menggambarkannya. Meskipun esensi yang tersirat di dalamnya masih tertangkap. Namun, untuk sebagian orang yang tidak memiliki daya tangkap atau imaginasi yang kuat untuk menggambarkan situasi yang dialami si pencerita, tidaklah mudah untuk memahami isi cerita yang sebenarnya penuh arti dan makna.
Dari sinilah, Film menjadi pilihan lain yang disukai banyak kalangan.Karena film juga sebagai media penyampaian cerita yang baik. Tentu saja, tidak semua film itu bersifat mendidik. Hanya saja, untuk menyingkap makna tersembunyi yang ada di dalam film, kita harus menyikapinya dengan benar. yaitu, kita harus menonton film yang sesuai dengan umur.
Film (pengucapan bahasa Indonesia: [FilĂȘm])
adalah gambar-hidup, juga sering disebut movie (semula pelesetan untuk
'gambar bergerak'). Film, secara kolektif, sering disebut 'sinema'.
Gambar-hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan,
dan juga bisnis. Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi. Film mempunyai banyak jenis genre, seperti Horor, Action, Drama, Thriller,
Komedi, Animasi, Fantasi, Romansa (http://id.wikipedia.org/wiki/Film).
Salah satu rekomendasi dari saya (untuk umur dewasa) adalah film/drama korea. Mungkin saat ini, drama korea sedang banyak digemari para remaja. Karena, alur ceritanya yang menarik dan tidak terkesan monoton. Panjang ceritanya tidak terlalu memakan banyak waktu. Meskipun ada pula yang panjang, alur cerita yang ditayangkan tidak pernah lepas dari alur sebelumnya.
Bukan hanya menonton dan memuaskan diri untuk menikmati drama korea yang berisi aktris cantik ataupun aktor tampan yang ada di dalamnya. Namun, disetiap episode, melibatkan banyak pelajaran yang menarik dan bermanfaat untuk mempelajari hidup.
Salah satunya dalam film yang berjudul Pinochio yang baru beberapa saat lalu saya tonton. Film ini banyak memberikan pelajaran hidup, sehingga kita bisa mempelajarinya. Ini adalah salah satu adegan dari film yang saya sebutkan tadi.
Ini adalah adegan yang ada pada episode terakhir. Dimana, inilah kata yang mewakili dari isi film tersebut. Dimulai dari maslah yang rumit, proses yang tidak terduga, dan sampai pada penyelesaian masalah yang diacungi jempol. Semua disusun dengan alur yang baik.
Inilah mengapa korea drama menjadi nomor satu di hati penggemarnya. Karena, drama korea bukan hanya menyediakan fantasi atau hiburan semata. Melainkan memberikan bentuk pemahaman dari kehidupan dengan cara yang asyik.
Bagaimana? Ingin mencoba untuk mempelajari kehidupan dengan cara yang mengasyikan? Mulailah dengan menonton drama korea 'Pinochio' ini.
Jangan beranggapan bahwa saya sedang mempromosikan drama korea agar kalian menyukainya. Tidak ada unsur paksaan. hanya saja, ini memang menjadi salah satu drama yang menurut saya sangat memberikan banyak pelajaran di dalamnya.
Jangan berkomentar sebelum kamu tahu apa yang sedang saya bicarakan ^_^
"Pengalaman adalah guru terbaik"
Penulis by : Amalia Madah

.mkv%2B-%2BVLC%2Bmedia%2Bplayer.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama :
Alamat fb :