" ok,,, semoga kita bisa bikin kulap yang lancar yah " sebagai ketua angkatan, aku harus membentuk panitia untuk mengurusi kulap. Yaaahhh,, kalo gak ada panitia, aku yakin, kulapnya gak bakalan jalan :) .
Setiap kebutuhan dipersiapkan, mulai dari surat menyurat, perincian dana, sampai barang apa saja yang harus dibawa. Semua hal itu tak mudah dikumpulkan. butuh tenaga dan waktu yan extra. kerena you know-lah persiapan untuk kulap ini bentrok sama waktu kuliah dan tugas kuliah. meskipun kami membentuk yang namanya 'Ketua Pelaksana', tapi tetap saja aku tak bisa lepas tangan dalam mengurusi segalanya. Menyenangkan sih sebenarnya, karena dengan kulap ini, aku bisa lebih mengakrabkan diri sama kelas sebelah :D
Waktu yang mulai mepet, bikin semuanya jadi ruwet. Apalagi di hari-hari terakhir yang besoknya kita berangkat, kita belum meminta izin pada dekan (itu tugas mutlak), belum lagi membawa barang yang sudah tertulis di surat izin peminjaman barang ke lab. haduuuhhhh... hampir stress. eehhh... satu lagi yang harus dikerjain pada hari itu, memotocopy work sheet yang baru tadi pagi dianterin Pak Efendi selaku Dosen Praktikum yang meminta adanya kulap ini.
Akhirnya dihari itu juga kami memenuhi semua persiapan untuk kulap.
Pada hari kamis tanggal 06 maret 2014, kami berangkat....
jam 01.00 subuh aku sudah terbangun. Karena janjinya jam 02,30 kita sudah harus berkumpul agar jam 03.00 bisa langsung berangkat. Karena dari Bandung ke Bogor (Cibinong) lumayan memakan waktu yang banyak. oh iyyyaaa,, kita kulapnya ke Bogor untuk mengunjungi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Etno Botani dan terakhir ke Kebun Raya Bogor.
ok next...
Selain berperan sebagai ketua angkatan, aku juga berperan sebagai koordinataor pemberangkatan untuk wilayah Cipadung dan sekitarnya. Ternyata aku bisa mengumpulkan anak-anak pada jam 02.45. Bukan hanya rombonganku yang ngaret, ada juga yang baru bangun dijam segitu. Sungguh benar-benar telat.
Jam 03.30 kita berangkat...
Keadaan di bus sangat beraneka ragam. Ada yang melanjutkan tidur yang belum tuntas, ada yang mengobrol, ada juga aku yang bernyanyi-nyanyi mengikuti nada musik yang di nyalakan supir.
Tempat pertama yang dituju adalah LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Di sana kami sarapan, memasuki meeting room untuk mempelajari bagaimana LIPI mengolah herbarium dan melihat-lihat koleksi dari Tumbuhan Basah dan Tumbuhan Kering LIPI, serta bagaimana cara untuk membuat Spesimen Herbarium dengan guide yang telah dipersiapkan sebelumnya. Rasa kantuk mulai dirasakan mahasiswa bandung ini. mereka sangat mengidam-idamkan untuk kembali ke bus dan melenyapkan rasa kantuk. Tapi tak disangka, setelah acara di LIPI selesai, mereka malah berfoto ria (termasuk aku). Dan saat kembali ke bus pun, kami malah asik bernyanyi dan mengobrol. Aneh tapi nyata -_- :D
Tempat kedua yang dikunjungi tak kalah seru. Kami mengunjungi Museum Etno Botani, yang di dalamnya terdapat banyak sekali koleksi benda-benda jaman dulu. Mulai dari mainan anak-anak, tempat memasak, obat-obatan sampai kain untuk membungkus mayatpun diperlihatkan. Tak jauh berbeda dari LIPI, disini kami juga sibuk berpose dengan bena-benda yang ada. Hanya saja, foto yang diambil lebih banyak, heee.
oke... Selesai dari Museum, kami melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Bogor. Pertama yang dilakukan adalah mengambil wudhu untuk sholat dzuhur dan ashar, setelah itu makan dan yang terakhir, kami diperintahkan untuk mencari spesies tumbuhan yang sudah tertulis di work sheet yang sudah dibagikan tadi pagi. Hujanpun ikut meramaikan pencarian kami. "Cepat pakai payungnya yah! yang gak bawa, berdua dengan temannya!" Aku mulai menginstruksikan. Aku berkumpul dengan kelompokku begitu juga yang lain, untuk bekerjasama mencari spesimen. Sampai sesuatu terjadi, "heeiii kumpul!!!" dari kejauhan seorang wanita berteriak, kamipun mulai merapat. Ternyata ada salah satu kelompok dari kami yang berani memetik spesimen. Padahal, peraturan disini sudah jelas, tidak boleh ada yang memetik spesimen. Apalagi, yang memetik spesimen tersebut tidak memakai jas almamater. Suasana tak mengenakkanpun datang lagi, saat kami berkumpul (di tempat lain), datang dua orang penjaga yang memakai motor, " hei,, geura baralik rek tutup. mun aya tangkal nu tumbang tanggung jawab " (dalam bahasa indonesia : heii cepat pulang, mau tutup. kalau ada pohon yang tumbang, tanggung jawab). Penjaga tersebut sangat tak pantas berbicara seperti itu pada tamu seperti kita, karena kita ini tamu dari Universitas Negeri. Mungkin itu dikarenakan kejadian pemetikan itu. entahlah...
Aku mulai mengabsen lagi saat kami keluar dari Kebun Raya Bogor. Karena sejak di dalam tadi, aku khawatir ada yang tertinggal. Karena mereka selalu saja sibuk mengambil pose tanpa takut tertinggal. Alhamdulillah semua lengkap. Kami menaiki bus untuk pulang.
Kamipun melepas lelah di bus. Pengamen bogor yang tak memiliki izin untuk masuk ikut meramaikan suasana, yang menurutku, itu sangatlah mengganggu. Kami benar-benar lelah, sampai-sampai bus yang biasanya ramai menjadi sepi.
Supir bus mengambil arah Puncak untuk pulang. Sebenarnya itu juga arah rumahku (Cipanas). Tapi sayang, mamah tak mengijinkanku untuk pulang, karena aku punya setumpuk tugas kuliah. haaahhh,, sayang sekali yaah -_-
Tak lupa, kami membeli oleh-oleh. Sungguh tempat yang mengasyikkan. Karena akhirnya aku bisa mencuci mataku, heee...
Setelah bershooping ria, kami kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan pulang. Aku mulai menutup mataku, begitu juga yang lain sudah tak bersuara lagi.
Jam 23.00 kami sampai di Bandung. haaaahhh legaaaa..
Dan disinilah aku yang sedang bernostalgia sendiri, menuliskan pengalaman yang paling seru. Tak terlupakan :)
Tempat pertama yang dituju adalah LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Di sana kami sarapan, memasuki meeting room untuk mempelajari bagaimana LIPI mengolah herbarium dan melihat-lihat koleksi dari Tumbuhan Basah dan Tumbuhan Kering LIPI, serta bagaimana cara untuk membuat Spesimen Herbarium dengan guide yang telah dipersiapkan sebelumnya. Rasa kantuk mulai dirasakan mahasiswa bandung ini. mereka sangat mengidam-idamkan untuk kembali ke bus dan melenyapkan rasa kantuk. Tapi tak disangka, setelah acara di LIPI selesai, mereka malah berfoto ria (termasuk aku). Dan saat kembali ke bus pun, kami malah asik bernyanyi dan mengobrol. Aneh tapi nyata -_- :D
Tempat kedua yang dikunjungi tak kalah seru. Kami mengunjungi Museum Etno Botani, yang di dalamnya terdapat banyak sekali koleksi benda-benda jaman dulu. Mulai dari mainan anak-anak, tempat memasak, obat-obatan sampai kain untuk membungkus mayatpun diperlihatkan. Tak jauh berbeda dari LIPI, disini kami juga sibuk berpose dengan bena-benda yang ada. Hanya saja, foto yang diambil lebih banyak, heee.
oke... Selesai dari Museum, kami melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Bogor. Pertama yang dilakukan adalah mengambil wudhu untuk sholat dzuhur dan ashar, setelah itu makan dan yang terakhir, kami diperintahkan untuk mencari spesies tumbuhan yang sudah tertulis di work sheet yang sudah dibagikan tadi pagi. Hujanpun ikut meramaikan pencarian kami. "Cepat pakai payungnya yah! yang gak bawa, berdua dengan temannya!" Aku mulai menginstruksikan. Aku berkumpul dengan kelompokku begitu juga yang lain, untuk bekerjasama mencari spesimen. Sampai sesuatu terjadi, "heeiii kumpul!!!" dari kejauhan seorang wanita berteriak, kamipun mulai merapat. Ternyata ada salah satu kelompok dari kami yang berani memetik spesimen. Padahal, peraturan disini sudah jelas, tidak boleh ada yang memetik spesimen. Apalagi, yang memetik spesimen tersebut tidak memakai jas almamater. Suasana tak mengenakkanpun datang lagi, saat kami berkumpul (di tempat lain), datang dua orang penjaga yang memakai motor, " hei,, geura baralik rek tutup. mun aya tangkal nu tumbang tanggung jawab " (dalam bahasa indonesia : heii cepat pulang, mau tutup. kalau ada pohon yang tumbang, tanggung jawab). Penjaga tersebut sangat tak pantas berbicara seperti itu pada tamu seperti kita, karena kita ini tamu dari Universitas Negeri. Mungkin itu dikarenakan kejadian pemetikan itu. entahlah...
Aku mulai mengabsen lagi saat kami keluar dari Kebun Raya Bogor. Karena sejak di dalam tadi, aku khawatir ada yang tertinggal. Karena mereka selalu saja sibuk mengambil pose tanpa takut tertinggal. Alhamdulillah semua lengkap. Kami menaiki bus untuk pulang.
Kamipun melepas lelah di bus. Pengamen bogor yang tak memiliki izin untuk masuk ikut meramaikan suasana, yang menurutku, itu sangatlah mengganggu. Kami benar-benar lelah, sampai-sampai bus yang biasanya ramai menjadi sepi.
Supir bus mengambil arah Puncak untuk pulang. Sebenarnya itu juga arah rumahku (Cipanas). Tapi sayang, mamah tak mengijinkanku untuk pulang, karena aku punya setumpuk tugas kuliah. haaahhh,, sayang sekali yaah -_-
Tak lupa, kami membeli oleh-oleh. Sungguh tempat yang mengasyikkan. Karena akhirnya aku bisa mencuci mataku, heee...
Setelah bershooping ria, kami kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan pulang. Aku mulai menutup mataku, begitu juga yang lain sudah tak bersuara lagi.
Jam 23.00 kami sampai di Bandung. haaaahhh legaaaa..
Dan disinilah aku yang sedang bernostalgia sendiri, menuliskan pengalaman yang paling seru. Tak terlupakan :)

Seru kok :D
BalasHapusserunya yg man ges?
BalasHapus