Jarum yang kupegangi sejak semenit tadi, lumayan membuat jantungku berdegup. Aku bahkan tak ingat bagaimana aku menusukkannya pada jari manisku. ' Ya allah.. darahku sedikit banget ' Terbelalak aku saat melihat darah pertama yang keluar. Tanpa babibubebo aku teteskan diatas object galss yang akan dipakai untuk proses pengamatan selanjutnya. Tapi tiba-tiba " Amel!!! darah pertama yang keluar jangan langsung ditetesin ke object glass ". Aku benar-benar lupa dengan prosedur itu. Karena teriakan temanku tadi, tanpa pikir panjang, aku menghapus tetesan darah di object glass yang baru saja aku teteskan. Terpaksa, aku mencoba mengeluarkan darah lagi dengan menekan-nekan jari yang beberapa menit lalu aku lubangi. ( lubangi???? -_- ) hehe..
Sialnya, lubang itu sudah tak mengeluarkan darah. ' Terus gimana?? ' hatiku mulai menjerit. Ini sunguh konyol, aku mencari jarum baru untuk aku tusukkan lagi ke jariku yang kulihat sudah tergeletak lemas -_-
" Mel nih pake punya aku " Hara memberikan jarumnya yang masih terbungkus rapi. Ternyata dia tidak menggunakannya. " Kenapa gak dipake? terus kamu dapet darah dari mana? " dia menunjukkan jari dari orang lain. Aku hampir tergoda untuk menggunakan darah orang lain seperti apa yang Hara lakukan. Tapi hati kecil ini berbisik untuk tidak menuruti pikiran instan yang baru saja lewat dibenakku. Hati kecil memang pantas untuk diandalkan teman, percayalah :)
" truk " suara jarum itu cukup mengagetkan batinku. Hampir saja aku meneteskan darah pertama lagi ke object glass. ' jangan sampai!!! ' kataku dalam hati. Dengan lembut, ku usap darahku yang pertama kali menyapa dunia. Darah kedua muncul menyambutku, dan langsung ku teteskan ke object glass yang dari tadi sudah menunjukkan kebosananya ( lihat saja dari kekusaman permukaannya :D ). Darah yang terbatas membuatku terus menekan-nekan jariku dengan sekuat tenaga. Tapi tetap saja, si merah enggan keluar dari naungannya :(.
Meskipun sedikit, tapi aku masih tetap bisa mengikuti prosedur percobaan dari praktikum yang penuh pertumpahan darah ini. Tidak seperti Billy temanku yang harus bolak-balik mengulangi percobaannya. Yang akhirnya diapun terselamatkan oleh kegigihannya :). Congrats Billy...
Aku sedikit menyerngitkan dahiku. ' ko darahnya gitu? ' darah yang sedang aku geletakkan di bawah mikroskop, menunjukkan hasil yang tidak wajar. Bentuknya bergumpal dan abstrak. Mungkin itu dikarenakan kesalahan dari proses yang aku lakukan. Sedikit kecewa memang, tapi inilah darah yang aku hasilkan. Aku tetap melihatnya dengan penuh kebanggaan. Tak apa, yang penting masih ada hasilnya kan? hehehe...
Ini kekaguman, aku bisa melihat sesuatu yang ada dalam tubuhku. Darah ini mengalir dan menetap dalam tubuhku. Darah ini juga yang membantu melancarkan sistem dalam tubuhku. Sungguh Allah Maha Sempurna yang bisa menciptakan ini. Ini nyata yang ada dalam tubuhku. Aku Kagum :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama :
Alamat fb :