Aku ingat sekali saat aku masih dimanjakan mamah. Yang aku pikirkan hanyalah apa yang aku pikirkan saat itu. Tak ada pertimbangan atau keraguan. Saat aku melakukan kesalahan, mamah hanya menegurku. Itupun dengan senyuman lembutnya. Begitupun bapa, beliau memperlakukan ku seperti seorang putri di rumah. "pak,,, pengen itu :'( " rengekanku selalu didengar. Walaupun tak semua permintaan dikabulkan. Yaaaaahhhhh... namanya juga anak kecil, gampang lupa kan?? heee
Waktu bermain adalah waktu terindah, karena disaat itulah aku mengekspresikan diri semaunya dan semuanya. Aku bermain sepuasnya tanpa takut menyia-nyiakan waktu. Karena memang untuk itulah waktuku, untuk disia-siakan. Percayalah, aku hanya seorang gadis kecil yang sedang berkembang :) waktu bermain adalah waktu untuk belajar bersosialisasi dengan lingkungan. Disaat itulah kita belajar. namun belajar dengan hal yang kita senangi.
Hidupku benar-benar teratur dan diatur. Mandi, makan dan tidur adalah hal yang selalu mamah ingatkan. Kalo sekarang sih diibaratkan kayak alarm yang bunyinya pasti membuat kita ingat akan sesuatu " eh iya sekarang waktunya makan " tapi akuilah, meskipun alarm berbunyi dan kita sadar itu adalah waktunya untuk makan, kita hanya mengiyakannya saja tanpa ada tindakan apapun.Memang tak ada yang menandingi 'bawelan' nya mamah :)
aku adalah gadis cengengnya mamah dan bapa. Tapi mereka sabar membimbingku untuk menjadi lebih baik. Walaupun sampai sekarang juga masih aja cengeng' :D .. Aku menaruhkan hidupku pada orang-orang yang terpercaya.Aku tak perlu mengurus hidupku, karena sudah ada yang mengurusnya. aku tak perlu mencemaskan hidupku, karena ada yang mencemaskannya. Aku tak perlu berpikir keras untuk hidupku, Karena ada yang berpikir keras untukku. itulah saat aku masih menyandang status 'gadis kecil' .
Waktu terlalu cepat berlalu. Aku mulai dewasa, dan orangtuaku sedikit demi sedikit lebih membebaskan aku untuk mencari sebuah arti dari kehidupan. Aku mencarinya tanpa henti. Sampai-sampai aku mengerti arti dari sebuah kebahagiaan dari penderitaanku sendiri. Dimulai dari masalah sosial sampai masalah pribadi. Semuanya datang silih berganti. 'aku harus melewatinya sendiri,, gak boleh cengeng' Kata-kata itu seperti do'a yang mujarab bagiku. Tanpa disadari, hal-hal yang menyebalkan perlahan-lahan dapat aku lewati dengan sendirinya. Semakin aku bertambah usia, semakin berat hidup yang dijalani. Apalagi, aku bukanlah gadis kecil yang biasanya merengek minta dikasihani pada orangtua. 'sungguh ironi' kataku tegas.
Aku selalu berfikir apa yang salah dari hidup yang kujalani. Aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dimulai dari sikap sampai sifat keegoisanku. Itu sangat tak mudah!!!!
Aku mulai berfikir ke belakang dan mulai menghayal agar dunia ini selalu sama. Keadaan yang sama seperti dulu saat aku masih menjadi seorang gadis kecil yang tidak tahu apa-apa. Yang hanya dilindungi oleh mamah dan bapa. Dimana aku tak memikirkan apapun selain aku dan duniaku.Tapi tak bisa kan?? Aku hanya perlu memandang ke depan dan membusungkan dada saat masalah menyerang. Terkadang,, aku berfikir ini tak ada gunanya. Aku ingin kembali ke masa dimana aku selalu dipeluk mamah. Karena selalu saja terasa berat. Meskipun akhirnya semua masalah berat itu terselesaikan, tapi keluhan selalu ada.
aku pecundang???? bukan !!!! karena aku selalu berusaha untuk menatap ke depan. tak selalu apa yang aku pikirkan itu benar. Dan selalu banyak pertimbangan saat akan memilih dari apa yang aku pikirkan. Itulah aku yang berani disaat aku merasa menjadi pecundang... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama :
Alamat fb :